Minggu, 28 Oktober 2012

Idul Adha 1433 H

Yap, tanggal 26 Oktober 2012 kemarin bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1433 H. Seperti yang kita ketahui 10 Dzulhijjah itu adalah Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Qurban). Pada kesempatan kali ini, dorada akan sedikit mengulas makna Idul Adha. Disimak ya :-D.

Makna yang terkandung dalam Idul Adha :
1. Ketaatan dan pengorbanan. 
Ketaatan dalam konteks ini senantiasa menanti semua perintah Allah SWT, meskipun untuk itu kita mesti mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai. Dan juga tentang Pengorbanan dalam artian sikap mengorbankan apa saja yang kita miliki dan cintai sebagai bukti ketaatan kita kepada Allah SWT.
>>Ingat pengorbanan Nabi Ibrohim a.s. ketika diberi perintah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s. Ketaatan dan pengorbanan inilah yang dimaksud.
Ini sesuai dengan firman Allah SWT :

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahui.” (QS. Ali ‘Imran : 92).




2. Persatuan umat Islam.
Di bulan Dzulhijjah ini juga dilaksanakan  Rukun Islam kelima, yakni Ibadah Haji. Jamaah haji akan dapat menyaksikan berkumpulnya umat Islam dari seluruh pelosok dunia untuk melakukan ibadah yang sama, zikir yang sama, di tempat yang sama dan dengan busana ihram yang sama tanpa mempedulikan lagi batasan negara bangsa (nation state), perbedaan suku, warna kulit dan bangsa.


Berkumpulnya jamaah haji dengan sesama muslim dari seluruh pelosok dunia akan menyadarkan mereka, bahwa yang mempersatukan umat Islam hanya satu faktor saja, tidak lebih, yaitu agama Allah (Islam).


Tak ada faktor pemersatu lainnya apakah itu suku, warna kulit, bangsa ataupun negara bangsa (nation state). Persatuan umat Islam dan karakter umat yang satu itulah yang menjadi dasar dari adanya negara yang satu yaitu satu negara Khilafah untuk umat Islam di seluruh dunia.


3. Saling berbagi
Pada tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah dilaksanakan kegiatan berqurban. dalam kegiatan berqurban ini, terkandung makna saling berbagi dari orang yang berqurban kepada orang yang berhak menerima qurban.



فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
…maka makanlah darinya, dan beri makan orang-orang yang sangat fakir (Q.S al-Hajj:28).
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ
…maka makanlah darinya, dan beri makan orang yang berkecukupan dan orang yang meminta” (Q.S al-Hajj:36).
Itulah makna yang terkandung dari Hari Raya Idul Adha. Sekiaan, semoga bermanfaat :-D
*Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar